Tunawisma yang Sedang Mencari Rumahnya


Picture from: Galeri Pribadi


12/12/20

Tunawisma yang sedang mencari rumahnya.

Merasa ditatap curiga oleh Sang Tuhan.

Entah benar dipedulikan,

atau sekedar merasa perlu untuk bertanya,

Apakah hidup ini adil?


Lalu dipertemukan ia denganmu.

Teman yang dirasanya paling hadir

di setiap saruk perjalanannya.

Pisah sambut dengan rua dan luka.

Tapi lucunya, kamu tidak pernah melihat ke arahnya.


Sudah, biarlah, katanya.

Lagi pula ia sadar,

ia seorang tunawisma,

memang sudah sepantasnya ia tak berumah.


Lambat laun, ia tak lagi taruh acuh.

Entah ditatap bagaimana oleh siapa.

Entah ada yang benar adil atau tak ada.

Tersehar,

yang penting hidup.


Atau barangkali, mati adalah jalan terbaik?

Dengan begitu, orkestra bising ibu kota

akan berhenti didengarnya.

Pun sudah menjadi membosankan,

malam keakraban dengan baku hantam

para pemabuk jalanan.


Namun lalu ia menggelenng keras-keras.

Hidup memang sudah rusuh dan gila.

Tapi  ia masih perlu

menemukan rumahnya.

Setidaknya tempat tidurnya untuk menutup mata.


Masih ada banyak doa

untuk ditenggak habis.

Jadi obat kuat bagi jiwanya.

Dan di tengah itu semua,

membuat puisi

masih sanggup memberinya puas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dendam yang Manis

Bukan Review Makanan