Aku Rindu...


Picture from: pinterest

17/04/2020

Dalam huru-hara dan simpang-siur warta,
Aku menyusun huruf.
Aku menata kata.
Hingga kurasa layak untuk kau baca,
Sebagai surat rindu dari balik pintu rumahku. 

Jangan kau benci jarak!
Biar dijelaskan,
Bahwa hati akan selalu terekatkan. 
Meski tanpa cincin yang mengikat. 
Meski dengan waktu pisah yang tampak kesat. 

Maka,
Suratku adalah media perantara,
Yang menyampaikan pesan, kesan, dan rasa.
Bahwa sebenarnya;

Aku mau saja menjadi angin. 
Yang akan meniup rambutmu,
Untuk mengatakan bahwa kita sedang bertemu.

Aku mau saja menjadi hujan. 
Yang akan membasahi bajumu, 
Untuk mengatakan bahwa kita sedang berpeluk. 

Aku mau menjadi apa saja. 
Asalkan kita bisa bersua, tanpa cemas akan bahaya. 

Termasuk menjadi kata 'halo' yang bergema dari speaker ponselmu. 
Sembari kudekap lagi citramu lebih erat, 
Dengan kedua lenganku. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tunawisma yang Sedang Mencari Rumahnya

Dendam yang Manis

Bukan Review Makanan