Kamu Tak Tahu Mau Jadi Apa

Picture from: pinterest

18/04/2020

Saat mereka bertanya tentang cita-citamu, kamu selalu menjawab asal. Terkadang guru, dosen, atau besoknya lagi kamu ganti dengan menjadi dokter. Bukan karena kamu menganggap semua adalah permainan. Hanya saja kamu memang tidak pernah benar-benar tahu cita-cita apa yang kamu inginkan untuk dideklarasikan sebagai jawaban dari pertanyaan mereka.

Saat mereka berkata, "Ah kamu kan pinter. Mau jadi apa juga pasti bisa lah", kamu hanya tertawa. Miris. Mereka seakan menggantung beban lebih berat lagi di pundakmu. Mereka seakan menuntutmu untuk memenuhi citramu yang ada dalam bayangan mereka. Setinggi itu sampai mereka percaya bahwa kamu bisa melakukan apa pun yang kamu mau, kamu bisa menjadi apa pun yang kamu mau. Sedangkan mereka bahkan tak pernah tahu kemampuanmu seperti apa yang mereka sebut "pinter" itu.

Kamu sendiri pun tak pernah benar-benar yakin pada apa saja yang bisa kamu lakukan dengan kemampuan itu. Di sisi lain, ada satu yang lebih membekas dalam hatimu. Pertanyaan tentang memangnya kamu mau jadi apa?

Semua yang orang-orang katakan tentang kemampuanmu tak pernah benar-benar kamu rasakan bahwa kamu mampu. Kamu selalu merasa bahwa itu hanya karena Tuhan memang sedang baik saja padamu waktu itu. Sebuah keberuntungan yang konon katanya merupakan takdir yang menyamar. Tapi apa akan ada keberuntungan-keberuntungan lain di masa depanmu nanti? Apa akan ada jaminan bahwa meski kamu tak tahu mau jadi apa, tapi kamu akan menjadi apa-apa di masa depan nanti? Setidaknya sesukses citramu di bayangan orang-orang. Bagaimana jika keberuntungan itu tak akan datang di masa depan? Bagaimana jika kamu tak akan pernah menjadi apa-apa?

Para motivator selalu menggembor-gemborkan bahwa untuk hidup bahagia, setiap orang harus bisa menemukan pashion-nya masing-masing. Sesuatu yang amat sangat kamu minati. Sesuatu yang benar benar akan dengan senang hati kamu perjuangkan. Sesuatu yang akan membuatmu senang dengan setiap rutinitas yang kamu lakukan.

Tapi otakmu selalu tak pernah mengerti apapun tentangnya. Apa itu? Sesuatu yang amat sangat kamu minati? Memangnya ada? Sesuatu yang benar-benar akan dengan senang hati kamu perjuangkan? Memangnya ada? Sesuatu yang akan membuatmu senang dengan setiap rutinitas yang kamu lakukan? Padahal kamu adalah pembosan ulung. Memangnya ada? Semua ini terasa seperti omong kosong bagimu.

Tapi bisa saja para motivator itu benar. Kamu bisa saja hidup bahagia dengan menemukan apa yang mereka sebut pashion. Mungkin tidak sekarang. Mungkin tidak besok atau lusa. Tapi suatu hari nanti. Saat kamu sudah mencoba banyak hal. Saat Allah sudah berkata bahwa, "Perjuanganmu bagus. Kamu sudah siap. Silakan lanjutkan dengan yang satu ini saja. Semoga sukses!"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tunawisma yang Sedang Mencari Rumahnya

Dendam yang Manis

Bukan Review Makanan