Saya Kabur ke Sini
Picture from: Pinterest
19/7/2020
Permisi...
Jadi begini... Disini saya mau kabur. Iya. Kabur ke sini. Ke sebuah tempat bernama ruang, yang sebenarnya adalah tempat paling terbuka. Tempat yang paling bisa dan paling mudah diketahui maupun diakses sama siapa saja. Tapi saya harap tempat ini bisa menjadi tempat paling rahasia buat saya. Tempat yang bisa bikin saya ngerasa bebas sebebas bebasnya untuk bercerita apa saja.
Karena awalnya, saya cuma menumpuk cerita cerita saya di sudut sudutnya sendiri. Saya cuma nulis lalu saya biarkan tergeletak begitu saja di tempat saya menuliskannya. Saya gak pernah dan gak ingin membaginya dengan siapa pun. Karena saya takut. Saya takut ga ada yang bisa terima cerita cerita saya. Saya takut ga ada yang bisa mengerti pemikiran pemikiran saya. Saya takut ditemani candaan candaan yang malah bikin saya jadi saya yang penuh kepura-puraan.
Sampai kemudian semua itu hilang. Semua yang saya tuliskan itu hilang karena memang tidak pernah saya simpan. Saya pikir semua akan baik baik saja meski saya biarkan berserakan dimana mana. Saya pikir semua akan tetap ada ditempatnya masing masing. Jadi kalau suatu saat saya mau balik lagi buat ambil atau sekedar lihat, saya pikir semua akan masih ada dan sama saja selama saya tidak mengubahnya. Tapi saya salah. Semuanya bisa hilang. Semuanya bisa pergi. Semuanya bisa tiba tiba gak ada padahal hampir setiap hari saya cek dan saya lihat.
Sekarang saya menyesal. Saya menyesal karena saya ga pernah simpan. Saya menyesal karena saya ga pernah bagi. Sekarang saya ga bisa balik lagi. Kalau pun saya bisa balik lagi, tempatnya udah kosong. Udah ga ada apa apa lagi disana. Sedangkan saya juga sudah lupa. Jadi diangan saya pun semuanya juga udah ga ada. Yang ada cuma ingatan kalau semuanya pernah ada, tapi saya lupa adanya dalam bentuk apa, seperti apa, dan bagaimana. Kayak semua tulisan tulisan saya itu udah tinggal nama. Dan saya sedih karena sebentar lagi saya juga pasti akan lupa sama namanya. Karena mau dituliskan lagi pun rasanya gak berguna kalau udah ga ada apa apa di dalamnya.
Maka dari itu, hari ini saya memutuskan untuk menulis semuanya di sini. Untuk mengaburkan semuanya ke sini. Supaya saya bisa simpan sekaligus bagi ke semua orang. Karena ternyata menulis dengan pembaca lebih menyenangkan dari pada menulis sendirian. Dan untuk mengatasi rasa takut saya di awal tadi, saya menyulap diri saya jadi orang lain. Bukan sepenuhnya orang lain juga sih. Cuman saya seakan bukan jadi saya yang sekarang dilihat orang orang di sekitar saya, tapi disini saya menjadi saya yang lain. Saya yang pernah dan sering mengalami sepi, sunyi, sedih, sendiri. Saya yang sepertinya baru kemarin diperlakukan se"seru" itu sama dunia. Saya dengan segala pemikiran pemikiran yang gak pernah dilihat orang lain dalam diri saya di dunia asli.
Saya yang disini adalah saya yang sedang kabur. Jadi terserah kalian mau bilang apa. Karena disini saya akan selalu merasa itu bukan untuk sebenar benarnya saya. Tapi untuk pita yang gak akan peduli mau diputar seberapa buruk. Yang ga akan peduli mau direntangkan seberapa panjang. Yang ga akan peduli mau ditarik seberapa kasar. Yang ga akan peduli mau dipotong dan digunting sampai seberapa kecil. Terserah. Yang dia mau cuman ada. Dan sekali pun tidak diakui, dia juga tidak peduli. Karena yang dia mau cuman ada. Ada yang tetap ada meski semua bilang dia ga ada.

Komentar
Posting Komentar