Senja



Picture from: Galeri Pribadi

Aku terbiasa meninggalkan orang-orang yang aku sayangi. 

Selayaknya senja, waktu bertemu dengannya adalah waktu yang akan kuikhlaskan untuk menjadi kenangan. Karena memang seindah itu. Iya. Seindah itu untuk berani kumiliki. Untuk berani kupertahankan. Untuk berani kuharapkan bisa kunikmati selamanya.

Aku mengikhlaskannya dulu dan sekarang.

Aku lebih bisa bertahan dengan bahagia yang terasa kosong atau air mata yang mengering daripada bahagia yang teramat sangat sampai membuatku takut pada kehilangan. Kehilangannya atau kehilangan hal-hal kecil yang kuanggap biasa saja padahal juga bermakna.

Lagi lagi masih seperti senja yang kusukai saat ia hanya sebentar saja kulihat dan menghilang. Waktuku dan waktumu akan kuanggap juga begitu. Hanya sebentar. Hanya untuk sebentar. Dan pada saatnya nanti, aku harus pergi.

Maaf jika kamu sedih. Maaf jika kamu kecewa. Tapi syukurlah jika kamu biasa saja. Setidaknya aku tak perlu merasa bersalah. Dan untuk bagaimana perasaanku, aku bisa mengatasinya sendiri. Karena sudah setiap hari aku melihat senja terbenam.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tunawisma yang Sedang Mencari Rumahnya

Dendam yang Manis

Bukan Review Makanan