Senja
Aku terbiasa meninggalkan orang-orang yang aku sayangi.
Selayaknya
senja, waktu bertemu dengannya adalah waktu yang akan kuikhlaskan untuk menjadi
kenangan. Karena memang seindah itu. Iya. Seindah itu untuk berani kumiliki. Untuk
berani kupertahankan. Untuk berani kuharapkan bisa kunikmati selamanya.
Aku mengikhlaskannya dulu dan sekarang.
Aku lebih bisa
bertahan dengan bahagia yang terasa kosong atau air mata yang mengering
daripada bahagia yang teramat sangat sampai membuatku takut pada kehilangan. Kehilangannya
atau kehilangan hal-hal kecil yang kuanggap biasa saja padahal juga bermakna.
Lagi lagi masih seperti senja yang kusukai saat ia hanya
sebentar saja kulihat dan menghilang. Waktuku dan waktumu akan kuanggap juga
begitu. Hanya sebentar. Hanya untuk sebentar. Dan pada saatnya nanti, aku harus
pergi.
Maaf jika kamu sedih. Maaf jika kamu kecewa. Tapi syukurlah
jika kamu biasa saja. Setidaknya aku tak perlu merasa bersalah. Dan untuk
bagaimana perasaanku, aku bisa mengatasinya sendiri. Karena sudah setiap hari
aku melihat senja terbenam.

Komentar
Posting Komentar