Postingan

Senja

Gambar
Picture from: Galeri Pribadi Aku terbiasa meninggalkan orang-orang yang aku sayangi.  Selayaknya senja, waktu bertemu dengannya adalah waktu yang akan kuikhlaskan untuk menjadi kenangan. Karena memang seindah itu. Iya. Seindah itu untuk berani kumiliki. Untuk berani kupertahankan. Untuk berani kuharapkan bisa kunikmati selamanya. Aku mengikhlaskannya dulu dan sekarang. Aku lebih bisa bertahan dengan bahagia yang terasa kosong atau air mata yang mengering daripada bahagia yang teramat sangat sampai membuatku takut pada kehilangan. Kehilangannya atau kehilangan hal-hal kecil yang kuanggap biasa saja padahal juga bermakna. Lagi lagi masih seperti senja yang kusukai saat ia hanya sebentar saja kulihat dan menghilang. Waktuku dan waktumu akan kuanggap juga begitu. Hanya sebentar. Hanya untuk sebentar. Dan pada saatnya nanti, aku harus pergi. Maaf jika kamu sedih. Maaf jika kamu kecewa. Tapi syukurlah jika kamu biasa saja. Setidaknya aku tak perlu merasa bersalah. Dan untuk bagaima...

Just

Gambar
  Picture from: Galeri Pribadi 2 Agustus 2022 5:25 PM Jatuh cinta adalah hal yang tak teratur. Bukan heksagonal yang hanya punya enam sisi. Terkesan indah, sederhana, tapi juga rumit dalam waktu yang sama. Mungkin lebih seperti bentuk kristal salju. Sama-sama segi enam tapi lebih rumit karena cabangnya ada banyak. Kita pasti pernah berpikir bahwa kita jatuh cinta. Pada orang yang tepat pula rasanya. Terus berpikir bahwa kita jatuh. Aku pernah. Pernah jatuh. Tak peduli dia jauh dan berapa lama kita tidak pernah bertemu. Tapi seperti kristal salju, ada cabang kecil dari sebuah cabang. Dan itu adalah keraguan. Sepercaya apapun hati bahwa dia adalah orang yang tepat, kadang ada pertanyaan kecil. Apa dia? Apa benar dia yang aku cari? Atau… is it because I never searched for it? Aku bahkan masih ingat kapan aku pertama kali merasa bahwa I fell for him. Tanggal 13 November 2012 waktu jam pelajaran matematika. Saat itu aku masih kelas 5 SD. Anak SD yang selalu kena bully kare...

Dendam yang Manis

Gambar
  Picture from: Galeri Pribadi 15062019 - catatan lama Pertemuan yang singkat. Di tengah rasa yang harus tersekat.  Lantas mencampurkan putih dalam plakat. Menikam hitam, yang mulai terasa manis dalam kelam. Ah ... Sial! Lagi-lagi luka ini menganga. Diseruak potret-potret kenangan, yang perlahan kabur di penghujung senja. Aku tak menyangka Dalam balutan senja, secepat itu gerimis membasahi luka di sekujur tubuhku. Di saat aku yang memutuskan menari di bawahnya. Dan kini dipaksa berteduh bersama tikaman sesosok bayangan. Sialnya lagi, Darah mulai mengalir dari setiap lukaku. Juga dari karya bayangan itu. Aku meringis, merintih. Sesaat bayangannya tertawa. Dengan belati tajam di tangan kanannya. Lalu aku ikut tertawa. Bodoh memang. Ia menyebutkan namanya. Aku tersenyum. Setelahnya, belatinya dilempar. Tepat menusuk leherku. Memutus dua urat nadiku. Namun di kehidupan berikutnya, Nama itu masih menyita banyak perhatianku.

Menemukan

Gambar
  Picture from: Galeri Pribadi 29/05/22 Aku menemuimu dalam mimpimu Hati yang menemukan Ragu yang mendesak degub Aneh, asing, namun juga lekat Aku membencinya Tiba-tiba membencinya Bahkan setelah bertemu begitu lama Jatuh memang tetap kesalahan meski korban menyukainya Manusia yang paling tahu mengenai seluk beluk lampau, seluk beluk rasa, seluk beluk asanya Meski beberapa putus, Buntu, lalu hilang semua Lucu, bukan? Seperti lirik lagu, "Yang dikejar lari" Dan setelah aku menemukannya, akankah kupegang erat? atau kulepas dengan lega?

Tunawisma yang Sedang Mencari Rumahnya

Gambar
Picture from: Galeri Pribadi 12/12/20 Tunawisma yang sedang mencari rumahnya. Merasa ditatap curiga oleh Sang Tuhan. Entah benar dipedulikan, atau sekedar merasa perlu untuk bertanya, Apakah hidup ini adil? Lalu dipertemukan ia denganmu. Teman yang dirasanya paling hadir di setiap saruk perjalanannya. Pisah sambut dengan rua dan luka. Tapi lucunya, kamu tidak pernah melihat ke arahnya. Sudah, biarlah, katanya. Lagi pula ia sadar, ia seorang tunawisma, memang sudah sepantasnya ia tak berumah. Lambat laun, ia tak lagi taruh acuh. Entah ditatap bagaimana oleh siapa. Entah ada yang benar adil atau tak ada. Tersehar, yang penting hidup. Atau barangkali, mati adalah jalan terbaik? Dengan begitu, orkestra bising ibu kota akan berhenti didengarnya. Pun sudah menjadi membosankan, malam keakraban dengan baku hantam para pemabuk jalanan. Namun lalu ia menggelenng keras-keras. Hidup memang sudah rusuh dan gila. Tapi  ia masih perlu menemukan rumahnya. Setidaknya tempat tidurnya untuk menutup m...

Bukan Review Makanan

Gambar
  Pictures from: Pinterest 07/08/2020 Hai. Sedang apa? Sudah makan? Kalau belum, cepat makan sana. Kasian   perutmu minta diisi. Jangan ditunda-tunda terus.   Dia kan udah baik banget selama ini sama kamu. Dia juga sudah terlalu sering kamu perlakukan tidak baik cuma buat mengejar deadline .   Ngomong-ngomong soal makanan, kalau boleh tahu apa sih makanan favoritmu? Rendang? Gado-gado? Atau makanan sampah seperti spagetti   dan yang lebih parahnya lagi mie instan. Tapi kalau benar mie instan, walau itu gak sehat, tapi wajar siiihh kalau kalian suka. Karena banyak yang begitu. Tapi dikurangin ya... jangan sering-sering! Karena yang wajar kan belum tentu benar.  Mmmm... Kalau makanan kesukaan saya sih bakso. Tapi banyak temen-temen saya yang ngira kalau saya sukanya nasi goreng. Ya maklum sih. Soalnya saya kalau lagi makan sama temen-temen biasa pesennya nasi goreng.   Dan minumnya juga gak pernah yang aneh-aneh. Selalu cappucino. Gak pernah ganti. Y...

Ternyata Sendiri Memang Hal yang Cukup Menakutkan, Ya...

Gambar
  Picture from: Pinterest     29/07/2020   Ada nggak sih orang yang sama sekali nggak punya rasa takut? Mmm... Kayaknya nggak ada sih ya. Ya nggak sih? Semua orang pasti punya rasa takut, kan? Atau setidaknya pernah punya. Kalau misal ada yang tanya tentang apa ketakutan terbesar kalian dalam hidup, kalian akan jawab apa?   Kehilangan? Kematian?   Atau sendirian? Ya mungkin tiga hal itu sih yang terpikir dalam kepala saya tentang ketakutan yang dipunyai banyak manusia. Tapi pasti ada, kan, yang takut dari salah satu hal yang saya sebutin itu. Atau bisa jadi tiga-tiganya. Padahal sebenarnya ketiganya itu adalah hal-hal yang paling pasti untuk pernah dialami manusia. Ya paling tidak satu kali seumur hidupnya. Tentang kehilangan yang ... yang kayaknya ga ada deh yang ngalaminnya Cuma satu kali. Pasti lebih banyak dari itu. Seperti... kehilangan pencil, mungkin. Atau kehilangan penghapus waktu di kelas. Padahal baru aja dipakai beberapa menit yang lalu. ...